Sudah tahu belum, apakah itu detoks keuangan? Detoks dalam pengelolaan keuangan pribadi adalah usaha untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan yang berhubungan dengan keuangan kita di masa lampau. Sadar atau enggak, mengakui atau nggak mau mengakui, kamu pasti merasa kalau ada yang nggak beres dari cara kamu mengelola keuangan. Jadi kalau kamu menemukan artikel ini, kamu ingin menjadi seseorang yang lebih baik dalam pengelolaan keuangan pribadi.

Dengan menyadari kalau ada yang nggak beres dengan keuangan kamu, itu adalah langkah awal dari
perbaikan keuangan. Lantas, cara selanjutnya adalah dengan melakukan detoks keuangan.
Cara melakukan detoks dalam pengelolaan keuangan pribadi adalah sebagai berikut:

1. Menyadari masalah keuangan yang ada
Masalah keuangan apa sajakah yang kamu miliki? Mulai dari kebiasaan berbelanja secara online,
tergoda midnight sale, dan gaya hidup yang menyangkut rutinitas minum kopi di tempat kekinian
misalnya, atau apa saja yang menjadi kebiasaan kamu, yang ternyata menjadi berlebihan padahal
kesemuanya bisa dianggarkan.

Tidak adanya anggaran untuk hal tersebut diatas akan menimbulkan masalah keuangan yang terus
menerus berulang sehingga malah membuat kita selalu kekurangan demi memenuhi gaya hidup.
Sehingga, setelah kamu menyadari apa masalah-masalah keuangan kamu, coba kurangi hal-hal yang
nggak penting itu.

2. Menyadari apa saja yang menjadi bocor halus kamu
Sesederhana cemilan yang hanya Rp. 5.000,- sampai Rp. 10.000,- walau terlihat sepele ternyata mampu
menggerus banyak sekali uang kita dan menempati porsi tertinggi, karena pengeluaran-pengeluaran
receh yang tidak terlihat dan tidak tercatat. Bayangkan kalau setiap sore selama satu bulan kerja kamu
menghabiskan Rp. 10.000 untuk gorengan, kalau sebulan hari kerja adalah 25 hari, maka kamu sudah
menghabiskan Rp. 250.000 hanya untuk gorengan saja.

Bocor halus sering terjadi karena pengeluaran yang tidak tercatat. Untuk itu mulailah mencatat
pengeluaran sekecil apapun agar bocor halus ini bisa terpantau, dan kamu jadi lebih banyak tahu
ke mana saja sebenarnya uang gaji kamu menghilang.

3. Aset yang dimiliki apakah bertambah atau berkurang
Hitung dan sadari apakah aset yang kamu miliki bertambah atau malah berkurang? Sekalian
melaporkan pajak, nggak ada salahnya juga kamu mengetahui aset-aset apa saja yang kamu miliki.
Dengan menyadari bahwa ada penambahan benda atau barang yang kita miliki, kamu juga lebih bisa
memantau apakah aset milikmu telah mengalami penambahan nilai setiap tahunnya atau malah
mengalami penurunan. Hal ini penting agar bisa menjadi evaluasi di tahun mendatang agar kamu bisa
dapat lebih bijak memilah tentang apa yang kamu beli, sebagai usaha untuk menambahkan aset.
Tentunya kamu ingin aset yang kamu miliki bertambah bukan? Kesempatan ini juga bisa kamu gunakan
untuk mengevaluasi apakah aset kamu bisa produktif atau tidak. Jangan-jangan kamu malah memiliki
asset nganggur yang sebenarnya bisa dijadikan penambahan income loh.

4. Kurangi kepemilikan dan penggunaan kartu kredit
Seberapa seringkah kamu mempergunakan kartu kredit? Apabila kamu memiliki kartu kredit lebih dari
satu dan ternyata kamu hanya mampu membayar cicilan minimalnya, maka kamu perlu melakukan
detoks kartu kredit. Kartu kredit itu adalah kartu utang. Jadi kamu nggak perlu punya banyak-banyak
kartu utang.

Kamu boleh mempergunakan kartu kredit untuk cara bayar. Artinya, setiap akhir bulan kamu lunasi.
Beberapa situs online untuk pembelian tiket pesawat atau kamar hotel juga mengharuskan penggunaan
kartu kredit. Dan ada promo-promo menarik juga yang bisa kamu manfaatkan dari kartu kredit. Yang penting di sini, bijaklah dalam penggunaan kartu kredit agar kamu malah tidak terjebak oleh utang
kartu kredit.

5. Miliki tujuan keuangan dan pos-pos keuangan
Memiliki tujuan keuangan sangat penting agar dapat dijadikan tolok ukur dalam progres keuangan yang
kamu miliki. Untuk itu sebaiknya kamu juga sudah memiliki pos-pos keuangan, agar dana yang kita miliki
tidak tercampur untuk keperluan lain, dan pengeluaran bisa lebih terkontrol.

Misal pos keuangan untuk pengeluaran rutin bulanan, investasi, gaya hidup, infak dan sedekah, dan lain-
lain. Besaran dan banyaknya bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan kamu. Tapi ingatlah supaya
disiplin. Jangan jatah pos keuangan gaya hidup yang sudah habis kemudian kamu ambil dari pos
investasi karena kamu masih ingin memiliki gaya hidup di luar budget dan kemampuan kamu yang
sebenarnya.

6. Dana darurat
Memiliki dana darurat adalah salah satu bagian dari detoks keuangan. Kamu ngga akan pernah tahu
kemalangan seperti apa yang akan menimpa kamu. Dengan memiliki dana darurat maka kamu malah
akan membantu mengurangi kekhawatiran dari segi finansial apabila ternyata mendadak ada dana besar
yang harus kamu keluarkan, di luar pengeluaran pribadi. Tentunya dana darurat ini juga diharapkan
ada, sehingga pengeluaran rutin bulanan kamu nggak terganggu.

7. Investasi
Kalau kamu belum mulai berinvestasi, maka sekarang adalah saat yang tepat bagi kamu untuk
memulainya. Mulailah dari yang kecil dan mudah, dan sebatas isi dompet. Jangan berinvestasi di hal-hal
yang kamu nggak paham, hanya karena diajak oleh teman atau karena faktor nggak enak sama teman.
Bekali dirimu dengan pengetahuan yang cukup, atau kamu bisa juga bertanya ke admin Arkana untuk mengetahui apa saja instrumen investasi yang tepat sesuai dengan kebutuhanmu.

Dengan melakukan detoks ini, kamu bisa memperbaiki pengelolaan keuangan pribadi kamu sendiri di masa mendatang. Dan tentunya jangan lupa investasi ya. Karena kamu nggak akan pernah tahu, siapa yang akan kamu selamatkan di masa mendatang dengan investasi yang kamu lakukan hari ini.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*