Financial Planning for Woman atau perencanaan keuangan untuk wanita. Apa sajakah langkah awal yang bisa kamu lakukan?

Kalau kamu merasa pendapatan kamu sering menghilang, dan kamu tidak tahu kemana saja pendapatan kamu pergi, sementara kamu merasa ingin memiliki perbaikan dalam kondisi finansial kamu, maka kamu butuh financial planning atau perencanaan keuangan.

Financial planning atau perencanaan keuangan adalah mengatur dan merencanakan bagaimana keuangan kamu akan kamu kelola, supaya tidak mudah habis, dan tentunya malah bisa berkembang. Tentunya kamu memiliki cita-cita untuk memiliki rumah, travelling dan hal-hal lain yang saat ini tidak kamu miliki bukan?

Financial planning tidak selalu harus ribet atau sulit. Kamu bisa melakukan 7 langah awal ini dalam membuat, mengatur dan mengelola keuangan kamu, agar tidak cepat habis dan malah bisa berkembang.

  1. Catat seluruh pendapatan dan pengeluaran

Sepertinya mudah, namun ternyata justru hal inilah yang paling sulit dilakukan seseorang. Pencatatan keuangan bukan untuk sekedar mengetahui kemana saja uang kamu dikeluarkan. Tapi juga untuk mengetahui dan memonitor, di area mana ternyata kamu memiliki pengeluaran terbesar.

Pengeluaran biasanya terbagi 3, pengeluaran rutin bulanan, pengeluaran tidak rutin, dan si bocor halus. Jangan heran kalau ternyata si bocor halus ini yang justru paling banyak menggerus penghasilan kamu. Hal ini terjadi karena si bocor halus ini seringkali kamu anggap remeh. Seperti uang parkir, gorengan, dan lain-lain. Dengan pencatatan yang kamu lakukan, kamu akan lebih menyadari besaran si bocor halus ini, dan bisa mengendalikannya.

  1. Buatlah pos pos pengeluaran

Pos-pos keuangan penting, untuk melatih kesadaran kamu dalam mengelola keuangan. Biasanya dibagi ke dalam 5 pos keuangan, yaitu pos zakat, pos pengeluaran rutin bulanan atau biaya hidup, pos cicilan kalau ada hutang atau cicilan lain, pos untuk hiburan seperti jatah nonton dan jalan-jalan, pos dana darurat, dan pos investasi. Besaran masing-masing pos tentu kamu yang tahu. Dan dengan memiliki pos-pos keuangan ini maka kamu akan mulai melatih diri untuk mengelola keuangan kamu sejak awal.

  1. Disiplin

Meski sudah memiliki pos-pos keuangan, bukan berarti disiplin dapat dilakukan dengan mudah. Akan ada masanya di mana kamu mendapatkan tawaran sale yang kelewat menarik sehingga tidak ingin kamu lewatkan, atau ada acara nobar bersama sementara pos untuk jatah hiburan kamu sudah habis, maka disinilah kamu diajarkan untuk bijak dan disiplin dalam menerapkan pos-pos keuangan kamu.

Utamakan needs daripada wants. Pilahlah mana yang memang kamu benar-benar butuh atau hanya ingin. Tentunya setiap porsi pos-pos kamu bisa disesuaikan besarannya sesuai dengan kebutuhan kamu. Tapi jangan sampai karena kamu bersikap kompulsif dalam menginginkan sesuatu membuat kamu jadi mengabaikan kebutuhan pos-pos kamu yang lain ya.

  1. Lunasi utang-utang yang tidak produktif

Mungkin kamu memiliki cicilan, atau tagihan kartu kredit yang lumayan menjadi beban. Sebelum mulai berinvestasi, sebaiknya kamu lunasi dahulu utang-utang kamu yang tidak produktif. Hal ini sebaiknya dilakukan agar porsi kamu untuk investasi atau hal lain bisa lebih besar. Dan lagipula, melunasi utang akan membuat kamu tidak lagi terbeban oleh hal-hal yang bisa mengganggu pikiran. Walau terasa berat, langkah awal yang paling penting adalah melunasi utang.

Jangan pernah berpikir kalau kamu malah berharap hasil dari investasi akan bisa melunasi utang-utang kamu. Investasi apapun jenisnya memiliki resiko. Daripada kamu kehilangan uang lebih banyak lagi, sebaiknya kamu lunasi utang terlebih dahulu sebelum memulai investasi.

  1. Punya dana darurat dan asuransi

Dana darurat adalah dana cadangan atau persiapan yang kamu miliki, untuk mengantisipasi kondisi-kondisi darurat, yang menyebabkan dibutuhkannya dana ekstra diluar dari pengeluaran bulanan untuk mengatasinya. Misalnya pemutusan hubungan kerja atau sakit yang menyebabkan terputusnya penghasilan, ada keluarga yang tertimpa kemalangan, genteng bocor, dan hal-hal lain.

Menjadi sakit sehingga harus dirawat juga tetap membutuhkan dana cash. Baik untuk biaya transportasi yang mungkin timbul, pengeluaran untuk mereka yang menunggui kamu, atau hal-hal lain yang tidak ditanggung oleh BPJS dan Asuransi swasta.

Jadi, kepemilikan dana darurat dan asuransi sebaiknya berdampingan. Kamu harus memiliki keduanya agar kamu sendiri juga terhindar dari kekhawatiran-kekhawatiran. Lagipula, kalau kamu sakit, kamu tidak ingin malah menjadi beban orang lain, bukan?

  1. Bekali diri dengan pengetahuan berinvestasi

Pengetahuan tentang investasi sudah lebih mudah dan lebih banyak. Banyak juga pelatihan-pelatihan gratis yang bisa kamu ikuti. Gratis atau berbayar, ada ilmu baru yang pastinya kamu pelajari di sini. Cari tahu dan pelajari banyak-banyak sebelum kamu menentukan instrument investasi apa yang cocok untuk kamu. Pahami lebih lanjut dan jangan malu bertanya tentang apapun yang menyangkut investasi. Kamu juga bisa bertanya langsung ke Arkana loh. CFP dan financial expert dari Arkana yang akan menjawab langsung pertanyaan kamu. Di Arkana kami berprinsip, tidak ada satupun pertanyaan yang bodoh. Jadi kalau kamu masih ragu, tanya kita ya.

  1. Buat tujuan keuangan dan mulailah berinvestasi

Setelah kamu membekali diri dengan pengetahuan tentang instrument investasi, sekarang saatnya kamu tentukan apa yang menjadi tujuan keuangan kamu. Memiliki rumah, menikah, persiapan dana pensiun, persiapan naik haji misalnya, dan lain-lain, bisa kamu jadikan tujuan keuangan kamu.

Tapi, pastikan juga apapun yang menjadi tujuan keuangan kamu bisa terukur dengan kemampuanmu. Dan ingat juga untuk menyesuaikannya dengan profil risiko dan jangka waktu mencapai tujuan keuangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*