Apakah Sobat Arkana sudah punya saham? Investasi saham sekarang ini mulai banyak diminati. Pengenalan instrumen investasi saham sekarang ini juga sudah makin sering diadakan. Instrumen investasi saham memang memiliki potensi besar untuk memberikan hasil imbal balik yang baik. Namun, pemahaman tentang instrumen investasi saham untuk pemula tidak sesederhana instrumen investasi yang lain.

Nah, untuk kamu yang masih pemula banget dalam berinvestasi di saham, berikut adalah hal-hal yang
harus diperhatikan:

1. Pahami bahwa saham bukan untuk investasi jangka pendek dan menengah, namun untuk
investasi jangka panjang
Saham bukan untuk investasi jangka pendek atau jangka menengah. Pergerakan saham dipengaruhi oleh
kinerja perusahaan dan perekonomian Indonesia, dan banyak faktor internal-eksternal lain, sehingga
perkembangan saham akan memiliki volatilitas yang tinggi. Oleh sebab itu membutuhkan waktu
sedikitnya 5 tahun untuk bisa melihat kinerja dan hasil yang baik dari saham. Untuk pemula, pahamilah
kalau saham bukan untuk investasi jangka pendek, dan buatlah saham sebagai pilihan investasi dari
tujuan keuangan kamu yang memiliki tenggat waktu di atas 5 tahun atau lebih.

2. Tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan instrument investasi lain
Karena volatilitasnya yang tinggi, maka saham memiliki tingkat risiko yang tinggi. Oleh sebab itu, penting
bagi kamu untuk memahami bahwa ada risiko yang harus juga diperhitungkan. Akan ada masa di mana
saham yang kamu pilih mengalami kerugian, namun pahamilah dan mengerti bahwa kerugian itu belum
terealisasi sampai kamu menjualnya atau unrealized loss.
Jadi, jangan buru-buru dalam mengambil keputusan untuk menjual saham yang rugi. Pelajari dahulu
keuangan perusahaan dan kinerjanya, atau tunggu sampai saham tersebut rebound atau naik kembali.
Selama kamu memilih saham dengan pertimbangan yang benar, maka risiko kerugian bisa diminimalisir.

3. Sebelum berinvestasi di saham baiknya memiliki reksadana saham terlebih dahulu
Untuk memahami kinerja saham, sebaiknya sebelum terjun langsung ke investasi jenis ini, kamu
memiliki reksadana saham terlebih dahulu selama sedikitnya 1 (satu) tahun. Dengan memahami adanya
volatilitas dari reksadana saham, maka sedikit-banyak kamu juga akan belajar memahami bagaimana
volatilitas dari saham yang kamu miliki nantinya.
Pilihlah reksadana saham agar kamu mulai memahami bagaimana kinerjanya dan pergerakannya
setahun. Biasanya, kinerja reksadana saham memiliki kemiripan dengan saham yang ada di dalamnya.

4. Gunakan dana dingin
Jangan pernah mempergunakan dana bulanan, berutang, atau dana yang memang sudah diperuntukan
untuk kebutuhan rumah tangga untuk membeli saham. Apalagi kalau kamu berharap dengan
keuntungan dari saham yang kamu perjual belikan, kamu bisa membayar utang atau mengganti uang
dapur yang terpakai. Gunakan dana yang memang diperuntukkan untuk investasi jangka panjang, atau
dana mengendap yang memang belum diketahui peruntukannya untuk apa.

Investasi di saham kadang membutuhkan jangka waktu yang tidak sebentar sebelum dapat memberikan
penghasilan yang menguntungkan. Untuk itu, berilah waktu untuk investasi ini bekerja, sebelum
memutuskan untuk menjualnya.

5. Pilih saham dari perusahaan yang produknya kamu kenal atau kamu gunakan
Cara pemilihan saham beragam tergantung dari pribadi dan cara belajar serta pengertian seseorang.
Namun untuk pemula, cara paling mudah memilih saham adalah dengan membeli perusahaan yang
produknya kamu gunakan sehari-hari. Misalnya atm bank yang ada di dompet kamu, perusahaan yang
memproduksi produk shampoo atau sabun yang kamu pakai, perusahaan yang produk makanan mie
instannya sering kamu konsumsi, dan lain-lain. Beberapa koran bisnis juga akan memberikan rekomendasi yang bisa diikuti. Atau saham-saham yang tergabung dalam saham bluechip atau LQ-45 bisa dijadikan pilihan. Apapun pilihan kamu, pastikan kamu memahami apa yang kamu pilih.

6. Jangan pernah memilih saham di sektor yang tidak kita pahami
Ada 10 sektor yang dibagi dalam sectoral saham. Perbankan, pertanian, consumer goods, pertambangan
adalah beberapa diantaranya. Kalau kamu tidak paham mengenai pertambangan, baiknya jangan
membeli saham di sektor ini. Pilih sektor yang mudah atau setidaknya sektor yang produknya sering
kamu pergunakan, seperti perbankan, consumer goods, dll.

7. Lakukan diversifikasi
Atau istilahnya jangan menaruh telur di satu keranjang. Hal ini dimaksudkan agar bisa salah satu sektor
saham yang kamu miliki sedang turun, sektor lain diharapkan naik untuk mengimbangi turunnya sektor
lain.

Baiknya konsultasikan dahulu atau pelajari lebih lanjut mengenai investasi di saham ini. Memang bukan
mustahil untuk mendapatkan hasil yang baik dalam jangka waktu yang singkat. Namun tentunya hal itu
membutuhkan pemahaman yang lebih dalam, dan pembelajaran yang lebih detail lagi mengenai
analisis teknikal dan analisis fundamental saham. Apapun itu, kenali dan pahami dahulu risikonya
sebelum mulai berinvestasi. Dan jangan lupa, sesuaikan dengan profil risiko yang kamu miliki, dan
tujuan keuangan yang sudah kamu buat.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*