Tidak ada investasi yang bebas dari risiko. Namun buka berarti risiko yang timbul tidak dapat disiasati
atau diminimalisir. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Anda bisa terbebas dari kekhawatiran,
apabila Anda mulai berinvestasi.

Namun, ada hal-hal yang perlu Anda pahami terlebih dahulu sebelum memulai berinvestasi:

  1. Pahami bahwa setiap investasi ada resiko yang menyertai
    Tidak ada investasi yang 100% aman. Pasti ada resikonya yang menyertai. Sedikitnya, ada risiko negara, risiko kebangkrutan, risiko default, dan lain-lain. Jadi apabila Anda berharap untuk berinvestasi di tempat yang aman, maka sebaiknya pelajari dahulu tentang instrument – instrument investasi yang ada. Karena dengan semakin memahami apa dan bagaimana sifat instrument investasi yang Anda pilih, maka risiko juga dapat Anda kendalikan.
  2. Menabung di tabungan dan di depositi juga tidak terbebas dari risiko, yaitu risiko inflasi
    Pahamilah bahwa menabung tidak lagi pangkal kaya. Uang yang Anda tabung di bank akan terkena biaya administrasi, dan pajak. Dan yang terbesar adalah inflasi. Inflasi sendiri pada umumnya adalah sebesar 10% di lapangan. Kenaikan harga barang tidak bisa dihindari. Sebagai gambaran, kalau Anda mendepositokan uang Anda di bank sebesar Rp. 20 juta saat ini dengan bunga 6% plus pajak, dan inflasi yang terjadi adalah sebesar 10%, maka 20 tahun dari sekarang uang Anda hanya bisa membeli barang yang saat ini harganya Rp. 8 juta. Jadi, tidak berinvestasi malah akan membuat Anda lebih berisiko kehilangan uang karena inflasi.
  3. Berinvestasi butuh waktu dan pembelajaran yang baik
    Cara mudah untuk mendapatkan informasi tentang investasi apa yang cocok untuk Anda dan tujuan keuangan Anda, adalah dengan berkonsultasi langsung pada seorang perencana keuangan. Tapi kalau Anda ingin melakukannya secara mandiri, maka Anda perlu menyadari bahwa investasi itu butuh waktu dan pembelajaran yang baik.Apabila Anda ingin memulainya, mulailah sejauh isi dompet, atau semampu Anda. Jangan pernah berpikir uang akan hilang, tidak. Tapi dengan uang yang Anda investasikan, secara perlahan Anda akan bisa mempelajari bagaimana pergerakannya dan mulai terbiasa dengan sifat dari investasi itu sendiri sehingga Anda bisa mengambil keputusan untuk menambah atau membiarkan.
  4. Resiko bisa diminimalisir dengan perpanjangan waktu dan diversifikasi
    Seperti pohon, investasi butuh waktu untuk tumbuh dan berkembang. Apabila Anda adalah pemula, maka sebaiknya berinvestasilah untuk jangka panjang. Atau lakukan diversifikasi, yaitu pembagian investasi ke berbagai jenis instrument investasi. Dengan demikian maka resiko akan terbagi, dan ketika ada portfolio Anda yang sedang turun, maka akan terimbangi dengan portofolio instrument investasi lain yang sedang menguntungkan.
  5. Investasi tidak harus mahal
    Instrumen investasi pilihan bisa dimulai dengan Rp. 100.000,00. Pada instrument investasi yang tepat, investasi sebesar Rp 250.000 per bulan bisa menjadi Rp 1,6 milyar dalam 20 tahun. Dan Anda tidak harus memperhatikan chart atau memonitornya setiap hari. Cukup bersikap menabung, seperti layaknya menabung biasa di tabungan biasa. Kalau masih bingung instrument investasi apa yang sebaiknya Anda beli, Arkana akan bisa membantu memilihkan sesuai dengan profile resiko dan tujuan keuangan yang dimiliki.

Ada banyak macam dan jenis instrument investasi. Agar terhindar dari instrument investasi bodong,
baiknya pilih investasi yang memang tercatat, terdaftar dan diawasi oleh OJK. Dengan demikian, apabila
terjadi apa-apa dengan Anda, ada lembaga yang melindungi simpanan Anda.

Sesuaikan kebutuhan investasi dengan tujuan keuangan. Apabila masih kurang jelas, CFP dan perencana
keuangan di Arkana akan siap membantu menjawab kebingungan Anda.

Ingatlah, investasi sekecil apapun tetap lebih baik daripada tidak berinvestasi sama sekali. Karena Anda
tidak akan pernah tahu, siapa yang Anda selamatkan nanti, dengan investasi yang Anda lakukan hari ini.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*