Akhir tahun, Natal dan Tahun Baru identik dengan kedekatan – acara kumpul dengan keluarga, makan-makan, dan bertukar kado. Oleh karena itu, ada dana ekstra yang harus dikeluarkan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, yang biasanya tidak sedikit. Apalagi kalau sudah menyangkut tradisi tertentu, yang mengharuskan adanya makanan atau acara tertentu, yang membutuhkan biaya sehingga kamu harus menyiasati keuangan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru yang meriah tanpa perlu berutang.

Sebenarnya, kamu sendiri sudah tahu berapa besaran dana yang harus dikeluarkan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, karena hal ini pasti berulang setiap tahunnya. Jadi, agar kamu bisa menikmati Natal dan Tahun Baru kamu tanpa khawatir dengan tagihan yang membengkak menunggu, berikut adalah tips keuangan yang bisa kamu lakukan untuk persiapan Natal dan Tahun Baru:

  • Buat skala prioritas

Satu hal yang paling penting adalah mengerti bagaimana skala prioritas kamu. Pisahkan antara pengeluaran yang benar-benar butuh, dan hanya keinginan. Nggak ada kata harus ini atau harus itu dalam merayakan Natal dan Tahun Baru, yang sebenarnya bisa menjadi syahdu dari hati, bukan tentang barang atau persiapan yang ‘harus’ kamu lakukan. Jadi pilah dulu apa yang menjadi skala prioritasmu. Jangan memaksa membeli atau membuat barang yang terlalu mahal, hanya demi perayaan. Natal dan Tahun Baru bukan alasan untuk menjadi konsumtif, melainkan perayaan kasih sayang dan kebersamaan.

  • Budgeting

Hal kedua yang penting kamu lakukan adalah menyusun budget. Jangan sampai pengeluaran untuk persiapan Natal dan Tahun Baru malah memberatkan. Kamu harus benar-benar menghitung dan tahu, seberapa besar sih sebenarnya dana yang kamu butuhkan, baik untuk makanan atau perayaan itu sendiri.

Buatlah budget agar kamu bisa tahu batasan alokasi dana yang kamu miliki. Apabila sudah terlewat, disiplinlah dengan tidak mengambilnya dari dana kebutuhan lain. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah menabung sejak bulan Januari, sedikit demi sedikit, untuk kebutuhan ini, apabila kamu merasa THR yang kamu terima kurang mencukupi untuk perayaan di akhir tahun.

  • Kado mahal bukanlah keharusan

Salah satu yang menjadi penyebab membengkaknya pengeluaran adalah kado yang mahal. Padahal tidak pernah ada keharusan untuk membagikan kado mahal bagi keluargamu. Ada beberapa hadiah yang menarik dan bermakna untuk keluarga dan teman yang merayakan, yang bisa begitu berarti, tanpa harus mahal. Lagi, kamu harus memilah mana yang menjadi skala prioritas dan bagaimana budgetmu. Jangan sampai malah harus berutang demi persiapan Natal dan Tahun Baru yang meriah.

  • Disiplin dalam menyikapi budget

Hal yang sering membuat budget menjadi membengkak adalah tidak disiplin. Dana yang sudah disiapkan menjadi kurang karena salah perhitungan, sehingga perlu mengambil tambahan dari budget keuangan yang lain. Akibatnya, keuangan menjadi berantakan. Biasakanlah disiplin dalam menjalankan budget yang sudah dibuat, agar kamu bisa merencanakan keuangan dengan lebih baik.

  • Jangan berhutang

Kalau kamu sampai harus berutang untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, artinya sebenarnya kamu belum mampu. Hindari berutang terutama utang kartu kredit, karena hanya akan merusak keuangan kamu. Nggak mau kan, menyambut tahun yang baru dengan tagihan kartu kredit yang membengkak?

Kartu kredit memang sebenarnya tidak selalu jahat dan boleh dimanfaatkan, asalkan memang ada kebutuhan mendesak dengan memanfaatkan fasilitas cicilan 0%. Tapi selain itu, bijaklah dalam menggunakan kartu kredit.

Natal dan Tahun Baru adalah ajang kebersamaan, bukan alasan untuk berutang. Untuk persiapan Natal dan Tahun Baru juga tidak harus mewah, namun bisa direncanakan dan dibuat budgetnya. Dengan masa liburan yang menyertai, nikmati waktu bersama keluarga tercinta sebelum memulai tahun yang baru dengan penuh semangat. Selamat Natal dan Tahun Baru!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*